Tahu atau Sok Tahu ?

24 August 2018

Buku Derek Williams, One in a Million, memuat kisah Bob. Pria ini tahu cerita tentang Yesus, kematian, dan kebangkitan-Nya. Ia membaca buku-buku yang mengupas hal itu, namun logikanya menolak percaya bahwa manusia dapat bangkit dari kematian. Pada 1984, ia bertemu langsung dengan penginjil terkenal, Billy Graham. Bob mengaku terkesan ketika Billy Graham mengaku bahwa banyak pertanyaan yang tidak ia ketahui jawabannya, sama seperti dirinya! “Kalau Billy Graham saja tidak tahu semua hal tentang kekristenan, kenapa aku harus tahu semuanya dulu baru percaya?” pikirnya. Bob pun akhirnya memutuskan untuk menerima Yesus.

Ketidaktahuan adalah hal yang lumrah. Bukan hanya Bob dan Billy Graham, bahkan nabi Zakharia pun tidak mengerti banyak hal. Dalam perikop hari ini, ia dua kali mengaku tidak mengerti tentang penglihatan yang ia alami dan meminta penjelasan. Dalam perikop sebelum dan sesudahnya, kita juga menemukan pengakuan serupa. Sebagai buah dari kejujurannya ini, malaikat memberitahukan makna penglihatan tersebut. Zakharia kemudian mampu menyampaikan pesan Tuhan kepada bangsa Israel. 

Sebagai manusia yang terbatas, kita tidak mungkin mengerti segala hal. Baik itu soal Kekristenan, ilmu pengetahuan, maupun kehidupan. Otak dan akses kita terhadap informasi terbatas. Karena itu, tidak perlulah kita menutup-nutupi ketidaktahuan tersebut dengan bersikap sok tahu. Lebih baik, dengan rendah hati kita mengakuinya dan meminta penjelasan supaya jadi mengerti.

 

LEBIH BAIK MENGAKU TIDAK TAHU SUPAYA MENJADI TAHU
DARIPADA SOK TAHU DAN TIDAK PERNAH TAHU

 

Alison Subiantoro - RH