Dalam kedukaan, masihkah Tuhan terasa baik ?

21 August 2018

Merasakan kebaikan Tuhan dalam masa duka Setelah bergumul dalam doa, Bapak Gembala di gereja tempat saya beribadah dan melayani menetapkan tahun 2018 sebagai Tahun Kebaikan Tuhan bagi Kita. Tentu semua jemaat mengaminkannya, karena semua ingin mengalami kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Dan selama semester I tahun 2018, jemaat dapat merasakan betapa kebaikan Tuhan nyata dalam kehidupan mereka. Berbagai macam kesaksian tentang kebaikan Tuhan pun mengemuka. Terlebih dalam tahun ini, 4 pasang jemaat kami akan melangsungkan pernikahan kudus pada tahun ini juga. Tentu sukacita semakin bertambah-tambah.

Namun beberapa bulan yang lalu kami dikejutkan dengan kepergian mendadak salah satu jemaat, beliau sakit dan hanya dalam waktu kurang dari 2 minggu berpulang pada Bapa di sorga. Ada kehilangan yang besar karena beliau termasuk salah satu jemaat senior yang menjadi panutan, terutama dalam hal kedisiplinan waktu dan kesetiaan mengikuti akfititas gereja. Terlebih anak beliau menjadi salah satu pasangan yang akan menikah tahun ini. Muncul sebersit pertanyaan, ‘Apakah Tuhan benar baik ?’.

Ketika dipercaya untuk melayani di ibadah penghiburan, saya mengatakan bahwa hidup ini adalah milik Tuhan, anak-anak, pekerjaan, karir bahkan orang tua kita adalah milik Tuhan. Maka jika Tuhan mengambilnya, itu adalah hakNya. Beliau meninggal dalam iman percaya pada Yesus, suatu saat kelak kita akan bertemu dengannya. Belum pulih benar dari rasa kehilangan, papa mertua saya sakit mendadak dan dalam waktu hanya sekitar 1 minggu beliau juga berpulang pada Tuhan. Rasa sedih dan kehilangan kembali muncul, terutama, lagi-lagi, anaknya (yang juga adik ipar saya) juga akan menikah tahun ini. Keluarga tentu merasa kehilangan, namun disisi lain juga bersyukur karena setelah bertahun-tahun papa mertua tidak mau ke gereja, setahun terakhir beliau mau beribadah bersama kami dan keluarga. Kami percaya bahwa setiap benih Firman yang diterima tidak akan sia-sia (Matius 24:35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu).

Dan baru beberapa minggu yang lalu, kembali berita duka datang. Ibu dari pasangan pengurus gereja yang juga beribadah di tempat kami berpulang setelah menderita sakit sekitar 1 minggu. Kembali pertanyaan muncul “ Masihkah Tuhan itu baik ?” Sebagai pelayan Tuhan yang membantu Gembala dalam pelayanan pernikahan dan penghiburan, saya terlibat didalamnya secara intens, ada perasaan campur aduk dalam hati. Namun satu hal yang pasti, bahwa kebaikan Tuhan itu nyata adanya. Adapun kenyataan berpulangnya 3 orang jemaat dalam kurun waktu berdekatan justru membuktikan kebaikan Tuhan, karena mereka semua meninggal dalam iman percaya mereka pada Tuhan Yesus Kristus. Tempat di sorga telah tersedia bagi mereka. Tidak ada lagi kesakitan, kesedihan, melainkan sukacita yang kekal. 2 Tim 4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman Ya, ini adalah Tahun Kebaikan Tuhan bagi Kita !

Sony Okfianto / Penulis dan Pendengar Bahtera Yudha FM