Mempraktekkan kasih itu seperti apa sih ?

20 August 2018

Dua orang rekan kami bekerja sama memulai bisnis. Karena tergiur keuntungan sesaat, salah satu pihak mengambil semua modal usaha dan kabur ke luar kota. Pihak kedua rugi besar dan harus berurusan dengan para konsumen yang menagih. Teman yang kabur ini akhirnya kembali karena menyadari dosanya dan minta maaf. Kawan yang dirugikan itu nyatanya mau dengan tulus mengampuni kesalahan kawannya. Mereka pun berdamai.

Mengampuni, memaafkan, berbelas kasih, memang enak diucapkan, namun tidak selalu mudah dilakukan. Kalau saat ini kita merasa terlalu sulit mengampuni seseorang karena hal-hal tertentu yang membuat kita mengalami banyak kesusahan, marilah kita melihat cara Tuhan bertindak. Kita sebagai manusia baru diperintahkan untuk mematikan dalam diri kita segala sesuatu yang duniawi. Belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, adalah karakter Tuhan. Sebagai manusia baru, tentunya berbagai karakter Tuhan ini harus kita miliki. Kalau Tuhan mau mengampuni segala dosa kita, tentu saja kita sendiri harus belajar mengampuni. Kalau Tuhan tidak menyimpan dendam, kita tidak menyimpan dendam. 

Jika kita belajar bertindak seperti prinsip Tuhan, tidak ada istilah sulit atau terlalu berat untuk mengampuni seseorang. Marilah kita belajar rendah hati dan merasakan kasih Tuhan dalam hidup kita sebelum mengampuni seseorang. Maka, saat kita mengucapkan “Aku memaafkanmu” atau “Aku mengampunimu,” kata-kata itu benar-benar keluar dari lubuk hati yang terdalam dan tulus.

KETIKA KITA MENGAMPUNI SESAMA,
KITA MENGENAKAN KARAKTER TUHAN


Richard Tri Gunadi / RH