Fu Yung Hai

31 July 2018

Fu yung hai adalah salah satu hidangan Cina yang populer, dan biasanya disantap dengan saus tomat asam manis. Enak sekali. Namun, saya baru mengetahui bahwa fu yung hai yang benar seharusnya, sesuai dengan namanya (hai), mengandung daging kepiting. Ada pun fu yung hai yang saya makan selama ini tanpa daging kepiting sama sekali. Toh saya tetap menikmatinya dan menganggapnya sebagai fu yung hai. Tidak masalah.

Namun, sungguh bermasalah jika hal serupa terjadi di dalam kekristenan. Ya, bagaimana dengan orang yang mengaku dirinya Kristen, tetapi sesungguhnya tidak beriman kepada Kristus, tidak ada Kristus di dalam hidupnya? Menyedihkan, bukan?

Orang Kristen berarti orang yang beriman pada Kristus, pengikut Kristus. Hal itu menunjukkan identitasnya di dalam Kristus, dan bukan sekadar informasi keagamaan di KTP. Artinya, orang itu secara pribadi percaya dan yakin pada Kristus, bukan sekadar mengikuti keyakinan orangtua atau pasangan hidupnya. Menjadi orang Kristen berarti dengan iman orang memercayai karya keselamatan Kristus, dan bukan sekadar memakai lambang salib sebagai aksesoris. Menjadi Kristen juga berarti menyadari risiko yang mungkin harus ia tanggung karena nama Kristus.

Alangkah baiknya jika kita meluangkan waktu untuk merenungkan kembali jati diri kekristenan kita. Setelah sekian lama bergereja dan aktif dalam pelayanan, apakah kita benar-benar beriman pada Kristus? Jangan–jangan kita seperti fu yung hai di pasaran, yang sama sekali tidak ada hai-nya.

KRISTEN SEJATI ADALAH ORANG YANG BERIMAN KEPADA KRISTUS,
BUKAN SEKADAR MENJALANI AKTIVITAS KRISTIANI DALAM HIDUPNYA

 

Nike Nilawatikresna / RH