Mau mengikuti fatamorgana ?

24 July 2018

Melintasi gurun adalah perjalanan yang sukar. Apalagi jika dijalani berminggu-minggu. Panas membakar dan haus yang tak tertahankan kerap membuat banyak orang disesatkan fatamorgana (bayangan semu, seperti melihat mata air).

Saat Israel hidup dalam pembuangan, hidup mereka sungguh menyesakkan—seperti melintasi gurun. Namun, mereka tak ”disesatkan oleh fatamorgana” sebab tangan Tuhan yang kuat memimpin mereka, dan  bangsa-bangsa lain mengakui hal itu. Kuasa Tuhan melucuti para penguasa dunia, berhala, dan ilah-ilah dunia yang kerap menjadi ”fatamorgana” penyesat manusia. Mereka tak dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Mereka tak berdaya menolong diri sendiri. Mereka tak berdaya mencegah kuasa Allah untuk meninggikan atau merendahkan seseorang. Mereka tak mampu menyelami rencana yang sedang Allah wujudkan melalui sejarah dunia ini.

Sebagai pengembara di dunia ini, setiap orang dihadapkan pada dua pilihan. Pertama, mengikuti ”fatamorgana” yang menyesatkan. Yakni, mengejar kenikmatan hidup dengan memuaskan nafsu: belanja, pesta, kemakmuran, harta benda, gengsi, dan sederet ambisi lain yang dipakai orang sebagai ukuran keberhasilan dan kebahagiaan. Kedua, menjaga hidup tetap berpaut kepada Allah, serta memperhatikan dan berusaha menerapkan kebenaran firman-Nya. Pilihan pertama memberi kenikmatan, tetapi hanya sementara dan menghancurkan. Pilihan kedua memang tak mudah, karena harus melewati lorong-lorong terjal. Namun sejarah membuktikan bahwa bersama Dia, selalu ada hidup yang berkemenangan 

BIARLAH MATA KITA TERUS TERTUJU KEPADA YESUS TUHAN
HINGGA TAK ADA FATAMORGANA DUNIA BISA MENGALIHKAN TUJUAN

 

Susanto/ RH