Tidak Terlelap

05 May 2018

Kisahnya terjadi di Cirebon. Suatu ma­­­­­lam, sekelompok orang mencuri alat be­r­at jenis ekskavator hidrolik yang diparkir di lokasi galian tanah. Alat itu beratnya be­­las­an ton. Untuk me­min­dah­kannya, si pen­cu­ri harus memakai truk khusus pengang­kut alat berat. Prosesnya pasti cukup lama dan menimbulkan suara bising. Anehnya, ti­dak satu pun satpam yang berjaga di lo­ka­si mengetahuinya. Menga­pa? Karena me­­reka semua sedang ter­lelap!

Seorang penjaga yang suka ketiduran ti­dak dapat memberi jaminan keamanan. Gang­­guan bisa datang kapan saja. Maka, pen­­jaga yang baik harus terus siaga. Be­gi­tu ada gangguan, ia harus segera ber­tin­dak. Pemazmur membutuhkan pen­jaga se­ma­cam itu. Saat berziarah ke Yerusalem, ia ha­rus melewati ja­lan berbahaya yang dikelilingi gunung-gunung batu (ayat 1). Dari ba­lik bebatuan, perampok atau binatang buas bisa mun­cul kapan saja. Siapa penjaga yang paling mampu menjamin kea­man­annya? Tuhan! Dialah Penjaga yang tak pernah terlelap (ayat 3-4). Dan, Dia ti­dak hanya mampu menjaganya dari kecelakaan (ayat 7). Cu­aca gu­run yang ekstrem pun dapat diatur-Nya hingga bersahabat, se­bab Dia adalah penguasa alam raya (ayat 2,6).

Mazmur ini mengekspresikan iman dan rasa aman pemazmur pa­da penjagaan Tuhan. Karena keyakinan bahwa Tuhan menjaga, ia da­pat me­leng­gang riang di jalan penuh bahaya sekalipun. Yakinkah An­da, bahwa Tuhan pun tengah menjaga keluar masuk Anda (ayat 8)? Ba­­haya dan an­caman selalu ada. Akan tetapi, jika Anda memohon Tuhan men­jadi Sang Penjaga, Anda aman. Sebab, Tuhan pasti ber­se­dia men­­ja­ga dan Dia tidak pernah “kecolongan”. Dia tidak akan per­nah terlelap! 

KARENA TUHAN ADALAH PENJAGA YANG TAK PERNAH TERLELAP
KITA BISA TIDUR DENGAN LELAP

 

(Juswantori Ichwan /RH)